NUPTK
Akhirnya, Penantian Itu Berbuah…
Catatan Pinggir

Membuka tahun 2025 dengan rasa syukur tak terhingga. Mungkin itu yang bisa saya katakan saat ini. Saya bersyukur bahwa tahun ini bisa saya awali dengan hal yang menggembirakan.

Itu karena NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Pendidik) keluar/jadi. Dan ini hal yang sangat menggembirakan bagi saya. Sebab hal ini sudah saya nantikan dengan penuh harap.

Sejak terjun ke dunia akademik pada semester kedua tahun 2022, saya baru tahu bahwa salah satu hal yang diperjuangkan oleh seorang dosen pemula adalah Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Setiap dosen pemula, target utama adalah mendapatkan NIDN ini.

Ketika saya memulai karir sebagai dosen, dan bertanya-tanya tentang hal ini, saya mulai menjadikan NIDN sebagai salah satu target.

Sebab, dengan nomor identitas dosen inilah seorang dosen bisa mengakses berbagai layanan yang disediakan oleh kampus dan pemerintah.

NIDN ini diperutukan bagi dosen PNS maupun dosen non PNS atau dosen-dosen di perguruan tinggi swasta.

Siapkan persyaratan

Perjuangan saya untuk mendapatkan NIDN ini cukup menguras tenaga dan memakan waktu yang panjang. Tentu saja ada berbagai hal yang harus saya tempuh.

Sejak bergabung dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS) pada September 2024, mendapatkan nomor identitas ini pun jadi target saya.

Semua persyaratan saya siapkan. Surat-surat yang dibutuhkan untuk urusan ini saya siapkan segera. Tes kesehatan, narkoba, dan psikologi, juga saya jalani. Semua saya penuhi.

Saya ingat, konfirmasi berkas terakhir yang saya kirimkan ke pihak kampus terjadi pada 20 November 2024. Setelah itu, saya tinggal menunggu informasi lanjutan.

Tentu saja dengan harapan agar kampus bersedia mengurusnya.

Jadinya NUPTK

Tanggal 3 Januari 2025, ada email yang masuk ke akun outlook saya. Email tersebut menginformasikan bahwa NUPTK saya sudah keluar.

Namun, karena saya kelewat mengecek email ini, baru saya cek 10 hari kemudian.

Dan saya kaget sekali, ada update pemberitahuan tentang terbitnya NUPTK saya, dan diminta segera membuat akun di Sister.

Dengan sedikit bingung, saya mengikuti instruksi yang tersedia di sana. Dan akhirnya semua selesai juga. Ini berita yang sangat menggembirakan untuk saya di awal tahun 2025 ini.

Meski dalam hati kecil ada yang masih mengganjal. Yang saya usahakan dan nantikan adalah NIDN. Kenapa yang datang malah NUPTK? Saya kemudian mencari informasi lanjut.

Ternyata, dalam peraturan terbaru disebutkan bahwa NUPTK sudah menggantikan NIDN. Ke depan, semua pendidik dan tenaga kependidikan (guru) dan juga dosen, menggunakan hanya satu identitas yakni NUPTK.

Barulah rasa bahagia, senang, dan syukur saya jadi lebih lengkap karena yang saya nantikan penuh harap itu ternyata datang juga. Ah, tahun 2025 yang penuh berkat.

Terima kasih keluarga, terima kasih teman-teman, dan terima kasih Universitas BINUS, yang sudah bersedia membantu dan memfasilitas hingga NUPTK saya keluar.

Sekali lagi terima kasih, dan mari kita bekerja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *