Orang sering bertanya, apa sih untungnya ikut organisasi? Waktu SMA ikut organisasi. Kuliah nimbrung di organisai kampus. Ketika sudah kerja pun masih sempatkan waktu gabung lagi ke organisasi.
Kalau sudah begitu, wajar kalau akhirnya orang bertanya-tanya apa keuntungan yang bisa diperoleh dengan bergabung ke organisasi tertentu.
Ini saya share pengalaman pribadi saya. Dulu, sewaktu kuliah, saya tidak banyak ikut organisasi. Kalau pun gabung ya paling di organisasi kampus.
Waktu mulai kerja, saya ikut organisasi hobi. Ya buat senang-senang saja, tanpa melihat lebih jauh apa manfaat yang bisa saya peroleh dengan gabung organisasi tertentu.
Saya justru baru intens ngikut organisasi macam-macam pasca 2022. Itu saya sudah menikah. Saya harus berbagi waktu antara keluarga, kerja dan organisasi.
Namun, ada hal yang ingin saya tegaskan di sini. Organisasi yang saya ikuti justru membuat saya berkembang dengan sangat baik. Juga, networking yang memberi saya dampak luar biasa.
Saat ini saya gabung di sejumlah organisasi seperti Pemuda Katolik, Ikatan Dosen Katolik Indonesia, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional. Selain itu, ada sejumlah organisasi kedaerahan, tapi saya tidak terlalu aktif.
Lewat organisasi kedosenan seperti Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IKDKI), saya dapat akses untuk mengembangkan karir di bidang akademik.

Contoh konkret, melalui IKDKI saya berkenalan dengan Bapak Simon Wenehenubun, seorang yang bertanggung jawab untuk mata kuliah Humaniora di Universitas Multimedia Nusantara (UMN).
Dan semester ganjil ini, saya berkesempatan untuk mengisi kelas Religiositas di UMN. Saya ampun empat kelas, semuanya Religiositas.
Tentu, saya tidak mengatakan bahwa ini karenga “orang dalam”. Tapi ini karena networking yang saya bangun melalui organisasi. Artinya, saya menunjukan kualitas baik dalam organisasi sehingga orang melihat dan percaya bahwa ia bisa bekerja sama dengan saya.
Karena harus diakui, banyak orang yang ikut organisasi tapi pada akhirnya tidak dapat apa-apa juga…

