Semiotika Peirce 2
Pakai Semiotika Peirce untuk Skripsi
Konsultasi

5 Februari 2025 adalah hari pertama saya kembali ke kampus BINUS Bandung. Hari ini adalah kelas pertama saya untuk semester genap – juga semester kedua – saya mengajar di Binus University Bandung.

Malam hari setelah kembali dari kampus, saya kedatangan dua mahasiswi. Rosa Marcella dan Agnest Aprillia. Keduanya adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.

Dua mahasiswi ini sedang mengerjakan artikel untuk publikasi sebagai tugas akhir kuliah. Untuk tugas mereka ini, mereka menggunakan pendekatan semiotika, khusus semiotika Charles Sanders Peirce.

Semiotika Peirce adalah salah satu pendekatan semiotika yang sering dipakai oleh mahasiswa di Indonesia. Dan kedua mahasiswi ini datang ke saya untuk mendiskusikan semiotika Peirce.

Secara umum, apa yang dua teman ini kerjakan sudah sesuai dengan alur pengembangan semiotika Peirce. Namun, pilihan kata untuk mendeskripsikan atau menguraikan objek yang menjadi tema mereka masih terlalu “lunak”.

Semiotika Peirce 3

Saya selalu bilang ke mahasiswi yang datang untuk konsultasi ke saya bahwa semiotika adalah pendekatan kritis. Karena itu, penggunaan kata untuk menjelaskan harus tegas dan to the point.

Kita sedang menjelaskan makna di balik tanda. Jangan sampai penjelasan kita disajikan sedemikian rupa sampai orang lain harus menafsir lagi penjelasan kita.

Usahkan agar setiap uraian semiotik yang kita jelaskan bisa sekaligus jelas dan tersampaikan secara jelas.

Tetap semangat buat teman-teman yang sedang berjuang dengan skripsi ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *