Wawancara Semiotika Online
Melayani Wawancara Semiotika
Konsultasi

Rabu, 23 Oktober 2024, di sela sesi saya mengajar di BINUS University, saya harus melayani dua mahasiswi tentang semiotika.

Dua mahasiswi tersebut datang dari Universitas Ciputra Surabaya. Mereka menemukan pembahasan saya tentang semiotika di TikTok, lalu mereka menghubungi saya untuk memberikan komentar atas penelitian mereka.

Mahasiswi pertama mengambil riset tentang toxic masculinity dalam fashion, dengan pendekatan Semiotika Charles Sanders Peirce.

Mahasiswi kedua mengambil riset tentang pretty privilege, juga dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, namun ia lebih menyasar pada kata-kata yang vulgar yang bisa disampaikan lewat tulisan-tulisan pada desain baju.

Wawancara Skripsi Semiotika

Menurut saya ini pendekatan riset semiotika yang sangat menarik dan menawarkan perspektif baru.

Secara pribadi, saya baru pertama kali juga melayani wawancara mahasiswi untuk tema semiotika dengan pendekatan yang unik seperti ini.

Dan bagi saya ini sesuatu yang menari. Saya pun merasa diperkaya oleh pengetahuan dan pendekatan riset dair teman-teman seperti ini.

Wawancara sendiri berlangsung tidak lama, hanya sebagai konfirmasi atas pendekatan riset yang mereka lakukan, apakah sudah tepat atatu butuh koreksi.

Semiotika pada Fashion

Saya memang memberi beberapa pertimbangan dan penengasan yang harus mereka perhatikan.

Dan saya selalu selalu semangat untuk melayani mahasiswa atau mahasiswi yang punya semangat eksplorasi seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *